Yang menarik bukan angka totalnya, tapi apa yang terjadi pada Desember 2025 ke atas — tepat di jendela waktu yang disebut Kepala BGN Dadan Hindayana sebagai periode realisasi kontrak motor listrik. Pada periode ini ada 166 pengiriman, dan 138 di antaranya berasal dari Tiongkok, Hong Kong, atau India.
Temuan paling tajam justru muncul ketika kami menyilangkan data bea cukai dengan dokumen Ditjen AHU. PT Yasa Artha Trimanunggal — vendor yang tanda tangan kontrak BGN tanggal 14 Oktober 2025 — tidak muncul sekali pun sebagai importir di seluruh 1.724 baris data. Begitu juga PT Adlas Sarana Elektrik, pemegang sertifikat TKDN dan paten merek Emmo.